KPU Kabupaten Pasaman telah membuka penerimaan pendaftaran calon anggota KPPS untuk Pilkada serentak 2020,

KPU Kabupaten Pasaman telah membuka penerimaan pendaftaran calon anggota KPPS untuk Pilkada serentak 2020,

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman telah membuka penerimaan pendaftaran calon anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pilkada serentak 2020, semenjak 7 Oktober hingga 13 Oktober 2020 yang lalu.

Eria Candra, selaku komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Pasaman menyampaikan, bahwa dari perkembangan yang pihaknya dapatkan sejak tanggal waktu terakhir penerimaan pendaftaran berkas bagi calon KPPS, ternyata Pasaman belum bisa mencapai angka maksimal yang dibutuhkan.

“Dalam rangka seleksi Calon Anggota KPPS untuk Pemilihan Serentak Tahun 2020, KPU Pasaman membuka kembali masa pendaftaran dengan ketentuan sebagai berikut; Perpanjangan Masa Pendaftaran dilaksanakan pada TPS yang tidak ada pendaftar dan/atau pendaftar kurang dari jumlah kebutuhan, yaitu 7 (tujuh) orang anggota KPPS sampai dengan berakhirnya masa pendaftaran pertama, Perpanjangan Pendaftaran oleh PPS dilaksanakan selama 5 (lima) hari mulai tanggal 19 Oktober 2020 hingga tanggal 23 Oktober 2020, ” ujar Eria Candra kepada awak media, di ruang kerjanya, Selasa (20/10).

Kelengkapan dokumen syarat pendaftaran, tambah Eria Candra, diantar langsung ke Sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) di masing-masing Nagari di wilayah Kabupaten Pasaman.

“Penyampaian dokumen persyaratan calon anggota KPPS dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19, ” ungkap Eria Candra.

Secara keseluruhan, TPS di Pasaman berjumlah 707. Sedangkan tiap TPS membutuhkan 7 KPPS. Sehingga, KPU Pasaman harus merekrut 4.949 orang KPPS.

Pria yang akrab disapa Erik itu juga berharap, minat tinggi dari masyarakat Pasaman untuk bisa berpartisipasi aktif dan bergabung sebagai penyelenggara Pilkada Pasaman 2020. Menurutnya, sosialisasi dan iklan terkait perekrutan KPPS sudah cukup menyebar. Khususnya di media sosial dan media massa.

“Kebanyakan masyarakat berpikir kalau KPPS ini pekerjaan yang sulit. Padahal, KPPS itu ujung tombak KPU dan akan diberikan bimbingan teknis terkait pelaksanaan tugasnya. Masa kerjanya juga hanya 1 bulan. Pilkada tahun 2020 ini juga alami kenaikan honor untuk KPPS, ” ungkap Erik.

Masih soal upah atau honorarium, Erik menjelaskan, bagi ketua KPPS nanti akan diberikan sebesar Rp 900 ribu dan anggota KPPS diberikan sebanyak Rp 850 ribu. Sedangkan, Pam TPS mendapatkan Rp 650 ribu.

Dibanding dengan pemilihan sebelumnya, jumlah honorarium tahun ini lebih tinggi. Sekaligus mengharapkan animo masyarakat untuk berpartisipasi sebagai KPPS bakal semakin tinggi.

Pasaman
Calvin Maruli

Calvin Maruli

Previous Article

Usia 4 Tahun Usia Termuda dari 14 Warga...

Next Article

KPU Kabupaten Pasaman Adakan Bimbingan Teknis...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono

Agung widodo

Agung widodo

Postingan Bulan ini: 8

Postingan Tahun ini: 70

Registered: May 29, 2021

Donald stenly

Donald stenly

Postingan Bulan ini: 2

Postingan Tahun ini: 3

Registered: Apr 9, 2021

Yudi hutriwinata

Yudi hutriwinata

Postingan Bulan ini: 2

Postingan Tahun ini: 9

Registered: Aug 3, 2021

Udin Komarudin

Udin Komarudin

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 16

Registered: Dec 12, 2020

Profle

Udin Komarudin

Pemdes Aergale Manfaatkan Dana Desa Tahun 2021 Tahap 2 Dengan  Program PKTD
Diduga tersengat listrik, Warga Krapoh Ditemukan Tak Bernyawa di Atas Pohon
Tekan Angka Covid 19, Pemdes Lolombulan Makasili Lakukan Penyemprotan Disinfektan
Sikap Gotong-royong Satgas TMMD Kodim 0720/Rembang Garap Pekerjaan Drainase 

Follow Us

Recommended Posts

Buntut Video Tuduhan PKI, Penggurudukan Rumah Ibunda Endang di Jombang Dilaporkan ke Polda Jatim
Dua Orang Pasutri Tewas Tersambar Petir di Tengah Sawah
Kementan Dorong Pusat Kesehatan Hewan Optimalkan Pelayanan
Andi Akmal Pasluddin: Sektor Pertanian Semakin Maju Bila Impor Produk Dibatasi
Kemendes PDTT:  Pembangunan Desa Ditujukan kepada Kelompok Marginal